Pmii Komisariat Universitas Bengkulu Adakan Pdkt

     Foto peserta bersama sahabat Cupli Risman


PK IAIN Bengkulu - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Bengkulu kembali melaksanakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) yang dikemas dengan konsep Pendidikan Dasar Kepemimpinan Transpormatif (PDKT-AN Bersama PMII).

MAPABA adalah gerbang awal sebuah proses kaderisasi pertama masa atau orientasi PMII kepada mahasiswa sebagai langkah awal untuk masuk menjadi anggota PMII.

Kegiatan MAPABA PDKT dilaksanakan balai koperasi provinsi bengkulu pada hari ini Sabtu, 16 Februari 2019.

Dengan megusung tema "Membentuk Intelektual Milenial Berbasis Kemanusiaan dan Berkarakter Aswaja" 


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Alumni PMII Unib Sahabat Cupli Risman dan Sahabat Adius Jailani, Ketua dan Sekretaris Komisariat PMII IAIN Bengkulu Sahabat Muhammad Hafizon dan Ahmad Fauzan. Ketua Rayon FUAD komisariat IAIN Bengluku Sahabat Afri Sukandar, Presma IAIN bengkulu Muhammad Khairil Muttakin dan masih banyak lainnya. Yakni perwakilan Rayon-rayon serta kader PMII se-Kota Bengkulu.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Sahabat Sandyya mewakili ketua cabang kota bengkulu yang mana belum bisa hadir dalam acara tsb. Dalam kegiatan itu setidaknya diikuti oleh 36 orang mahasiswa yang berasal dari empat universitas di Kota bengkulu. Yakni kampus UNIB, IAIN Bengkulu, Unras, Unived. Menurut Ketua Komisariat Unib sahabat Andri Fitrianto dalam sambutannya beliau mengatakan, MAPABA merupakan agenda rutin dilakukan sebagai bentuk kaderisasi awal di PMII yang saat ini wajib dilaksanakan oleh Pengurus Komisariat Unib. 

Menurut dia, kegiatan itu juga dilakukan karena posisi strategis dan pentingnya peran dan fungsi mahasiswa sebagai agent of change. Mahasiswa yang notabennya adalah agen perubahan diharapkan mampu melakukan inovasi dan kreativitas dalam melakukan perubahan yang positif.

                      Sambutan ketua komisariat UNIB

Perubahan tersebut dapat diraih apabila mahasiswa mempunyai wadah untuk menyalurkan potensi diri, minat bakat dan sebagainya. Wadah itu ada dibawah naungan cipayung salah satunya adalah PMII. Diunib sendiri cipayung kurang diminanti mahasiswa, maka ini tugas besar bagi kader dan anggota PMII unib untuk selalu bergerakan mengenalkan PMII. Sangat penting bagi mahasiswa untuk dapat berorganisasi di luar kampus. Selain untuk belajar, menggali potensi diri, menambah ilmu pengetahuan dan wawasan hal ini juga dapat memperluas jaringan dan sahabat, imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia acara sahabat Rama Azizul Hakim, menyatakan bahwa PMII adalah organisasi Kader yang berideologikan Ahlussunnah Wal Jamaah (ASWAJA) dan berasaskan Pancasila.

Menurutnya PMII adalah wadah yang tepat bagi mahasiswa untuk belajar tentang nilai-nilai keislaman dan kebangsaan serta PMII mampu mencegah faham-faham radikal yang akan mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Rapublik Indonesia (NKRI).

Dia juga melanjutkan, ciri khas dari PMII, selain menanamkan nilai-nilai spiritual, melalui aktivitas-aktivitas di dalamnya. Secara dialektis diharapkan mampu membentuk pola pikir.

Pola pikir itulah yang menumbuhukan kesadaran mahasiswa akan tanggung jawabnya di dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa, bernegara dan beragama. Sementara itu, dalam sambutannya, Sahabat Cupli menyatakan bahwa kegiatan MAPABA dan berorganisasi sangat penting.

Begitu pentingnya berorganisasi dan manfaat yang akan dirasakan ketika nanti dihadapkan oleh realitas kehidupan di masyarakat. Terus semangat dan terus gali potensi diri dalam organisasi yang adik-adik pilih karena manfaatnya yang begitu besar, paparnya.(Ahmad Fauzan) 

                              Foto Panitia dan Undangan

Komentar